Bapak dan Ibu Guru serta rekan-rekan seprofesi yang terhormat, Uji Kompetensi Guru (UKG) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sangat positif bagi pengembangan keprofesian guru, selain untuk pemetaan kualitas guru. Meski begitu, ia berharap UKG bukan satu-satunya sarana pembinaan bagi guru.
Praktisi Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Dr Tasman Hamami MA menilai, Jumat (30/10), kesiapan sarana juga penting untuk kelancaran UKG. Berkaitan pelaksanaan UKG di sejumlah daerah, seperti di Riau serta seputaran Sumatra dan Kalimantan yang bakal ditunda karena adanya bencana kabut asap, menurut Tasman Hamami sebenarnya itu hanya soal teknis saja. Terpenting bagaimana proses UKG ini bisa berkelanjutan, serta tidak merugikan guru dan peserta didik.
Berita penting lainnya : Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Berubah
"Harus diakui secara psikologis penundaan ini bisa mengganggu konsentrasi guru dalam persiapan UKG. Namun, sebagai guru siap tidak siap sudah sewajarnya terus melakukan <I>update<P> keilmuannya," ujar Tasman Hamami, yang juga Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga.
Tasman Hamami mengatakan, UKG harus dilakukan secara cermat dan tepat, sehingga sesuai dengan tujuan diadakannya UKG ini. Selain kesiapan dari guru sebagai peserta, kesiapan sarana prasarana penunjang pelaksanaan UKG juga penting, sehingga UKG dapat berjalan sesuai harapan. (Sumber : krjogja)
Demikian informasi ini disampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
