Bapak dan Ibu Guru serta rekan-rekan seprofesi yang terhormat, umumnya, satu bidang dibahas dalam satu mata pelajaran tersendiri. Namun, tidak ada satu mata pelajaran khusus tentang pendidikan karakter. Nyatanya, pendidikan karakter mencakup keseluruhan pendidikan itu sendiri.
"Pendidikan karakter bukanlah program. Itu semua adalah proses pendidikan," ungkap Pakar Pendidikan, M Abduhzen di Kantor Kantor Network for Education Watch (NEW) Indonesia, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2015).
Karena itulah, kata Abduhzen, penting sekali merencanakan sebuah sistem atau model pendidikan dari awal. Semua proses pendidikan itu pun perlu memperhatikan proses pembentukan watak.
Abduhzen percaya, karakter atau watak adalah efek kumulatif dari semua proses pendidikan. Jadi tidak boleh sembarangan merancang model pendidikan tersebut.
Berita penting lainyya : Tahun ini UKG Mulai Diberlakukan bagi Tutor PAUD
"Bahkan guru juga merupakan bagian dari pendidikan karakter. Misalnya, melalui cara guru bersikap," imbuh Abduhzen.
Dia menambahkan, semua stakeholder pendidikan harusnya memahami fungsi pendidikan. Pasalnya, bila pendidikan tersebut berfungsi dengan baik, maka efek kumulatif berupa karakter atau watak tadi akan terwujud.
"Bila bangsa Indonesia tidak ada yang memiliki watak, maka fungsi pendidikan tidak berjalan," tuturnya. (Sumber : okezone)
Demikian informasi ini disampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
