Menjelang Ujian Nasional (UN) beberapa sekolah biasanya mengadakan muhasabah di sekolah untuk guru maupun para siswa. Tujuan tersebut dilakukan untuk bisa menenangkan hati para siswa yang akan menghadapi UN.
Namun, menurut Kepala Sekolah SMPN 4 Jakarta, Sunardi kegiatan muhasabah itu tidak perlu harus menunggu saat menghadapi UN. Namun, alangkah lebih baiknya bila dilakukan setiap hari.
"Biasanya menjelang UN itu siswa tangis-tangisan. Hal itu sebenarnya membuat daya juang mereka menjadi lemah. Mereka kan akan berperang, harusnya dibuat menjadi kuat. Saya justru berbalik, tidak ada di sekolah ini muhasabah seperti itu. Kami justru mengadakan kegiatan wajib seperti berdoa sampai tadarus setiap pagi," ungkapnya kepada Okezone di Jakarta, Selasa (29/3/2016).
Baginya, jika memang ingin mengajak siswa untuk bisa bertobat dan mengakui kesalahannya tidak perlu menunggu sampai datangnya UN. Lakukan saja setiap hari, berdoa da menyadari kesalahannya setiap hari.
"Untuk apa menjelang UN? Kalau memang mau ada muhasabah seperti itu, ada baiknya dilakukan di awal tahun ajaran baru. Sehingga kita bisa memberi tahu syaratnya menjadi siswa di sekolah ini harus seperti apa sikap dan perilakunya. Setelah itu, setiap hari harus dilakukan tindak lanjut. Seperti melakukan kegiatan pagi seperti tadarus dan berdoa itu tadi," ujarnya.
Sunardi menambahkan, jika muhasabah hanya saat UN. Berdoa juga bukan hanya saat menjelang UN. Tapi lakukan setiap hari, dan tidak perlu ada situasi yang tangis-tangisan di antara siswa.
"Kalau kita ingin berdoa, berdoalah kapan pun. Tidak perlu tangis-tangisan, atau peluk-pelukkan," pungkasnya. (Sumber : okezone)
